2018, Kriminalitas di Gresik Meningkat 13 Persen

SWARAGRESIK – Pada penghujung 2018 ini, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro berkesempatan menyampaikan laporan kinerja institusi yang dipimpinnya. Dengan sejumlah indikator menunjukkan, terjadi peningkatan sebanyak 13 persen dari total kasus kriminal yang terjadi dibanding tahun lalu.

Jika pada 2017 kejadian kriminalitas hanya tercatat sebanyak 1.056 kasus, maka pada tahun ini tercatat sebanyak 1.216 kasus. Dengan kasus yang mendominasi berupa tindak pidana penipuan sebanyak 235 kasus, tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebanyak 161 kasus, dan pencurian kendaraan bermotor 118 kasus.

Meski demikian, dari total kasus kriminal yang terjadi jajaran Polres Gresik juga berhasil melakukan ungkap kasus yang lebih banyak. Atau meningkat 9,6 persen, dibanding pengungkapan kasus pada periode sebelumnya.

“Ungkap kasus yang berhasil kami lakukan pada tahun ini sebanyak 732 dari 1.216 kasus, sementara tahun lalu crime clearance 661 dari 1.056 kasus,” tutur Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, dalam rilis akhir tahun yang digelar di Mapolres Gresik, Senin (31/12/2018).

Beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap jajaran Polres Gresik di antaranya, pembobolan ATM di Kecamatan Cerme, pada Bulan September 2018, pengoplosan tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram ke dalam elpiji tabung 12 kilogram di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, pada Bulan Februari 2018.

“Juga kasus miras oplosan yang terjadi di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, pada Bulan Agustus kemarin, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia,” kata dia.