FPPG Tuntut Diskoperindag Usut Impor Garam

SWARAGRESIK – Petani garam di Kabupaten Gresik, merasa miris usai melihat PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA) melakukan pelanggaran perizinan impor garam. Dengan dua usaha PT GSA yang berada di Kecamatan Manyar dan Gresik Kota, sempat digerebek oleh jajaran Bareskim Mabes Polri pada Juni 2018 lalu.

Atas hal tersebut perwakilan para petani garam di Gresik yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Gresik (FPPG), menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Gresik, Selasa (14/8/2018) pagi. Dengan aksi ini ditujukan kepada jajaran Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik.

“Kami mendesak Diskoperindag agar turun ke lapangan untuk melakukan sidak. Bila ditemukan adanya pelanggaran, maka pihak terkait harus tegas dan berani mencabut ijin usaha dari produsen garam tersebut,” kata korlap aksi, Joni.

Tidak sekedar melakukan aksi demonstrasi, namun perwakilan FPPG juga berkesempatan melakukan audiensi dengan jajaran Diskoperindag Gresik, yang langsung dipimpin oleh kepala dinas yang bersangkutan, Agus Budiono.

“Untuk merk produk garam yang pernah digerebek oleh Bareskrim Mabes Polri kemarin, kan masih belum ada putusan tetap. Meski begitu, urusan garam itu menjadi kewenangan pemerintah pusat, melalui Kementerian Perdagangan. Kita hanya sebatas mendampingi dan mengawasi saja,” tutur Agus.

Agus juga mengatakan, demonstrasi yang dilakukan FPPG juga salah alamat, lantaran pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh terkait ijin atas peredaran garam impor. Sehingga pihaknya belum berani mengambil tindakan tegas, karena adanya batasan kewenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here