Kunjungi Gresik, Wakapolda Jatim Ingatkan Akan Pengaruh Buruk Miras

SWARAGRESIK – Wakapolda Jawa Timur (Jatim) Brigjen Pol Toni Harmanto menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencegah pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh minuman keras (miras), yang bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Sebab menurutnya, selama awal tahun 2019 ini sudah ada sekitar lima nyawa yang melayang sia-sia akibat mengonsumsi miras. Terutama miras yang sudah dicampur dengan beberapa bahan alias miras oplosan. Padahal, jajaran Polda Jatim sudah menggelar operasi lilin Semeru 2018 untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Sejak tahun baru, sudah lima orang meninggal dunia. Sudah kita awali dengan kegiatan operasi lilin sebelumnya,” ujar Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto saat berkunjung ke Mapolres Gresik dalam rangka pemberian penghargaan promoter reward dari lembaga kajian strategis Kepolisian Indonesia (Lengkapi), Selasa (8/1/2019).

Di Gresik sendiri, sempat terjadi korban meninggal dunia sebanyak empat orang dari 11 peserta, usai mereka diduga menggelar pesta miras di malam pergantian tahun. Mereka adalah NM (17), ZD (16), ARF (40), dan MKH (31), dengan satu tersangka berinisial ISW (40) sudah diamankan oleh petugas kepolisian.

“Walaupun tidak kita nyatakan perang, tapi kita sudah kita lakukan dengan sikap kita,” ucap dia.

Selain Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, agenda tersebut juga dihadiri beberapa tokoh pemerintahan dan masyarakat yang ada di Gresik. Di antaranya Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Gresik KH. Mansyur Shodiq, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Nadlif, serta beberapa tokoh dan pejabat lain.