Wakil Ketua DPRD Gresik Nilai Parkir Tepi Jalan Umum Cukup Potensial Tambah PAD

SWARAGRESIK – Jebloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir, membuat jajaran DPRD Gresik ingin melakukan studi banding mengenai pengelolaan itu dari Pemkot Makassar, yang sudah mampu menerapkan hal tersebut dengan baik.

Dalam pembelajaran yang bakal dilaksanakan di Makassar nantinya, jajaran DPRD bakal bekerjasama dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG), untuk mempelajari Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan parkir dalam menunjang PAD.

Menurut salah satu Wakil Ketua DPRD Gresik, Syafi’ AM, sudah saatnya parkir tepi jalan umum di Kota Pudak bisa menjadi pilihan untuk menambah retribusi. Hal itu dikarenakan, selain terdapat banyak pusat keramaian juga banyak berdiri tempat kuliner.

“Beberapa tahun retribusi parkir kita selalu jeblok, dengan hal ini disebabkan oleh tata kelola parkir di Gresik yang kurang maksimal. Padahal, Gresik sangat berpotensi dalam mewujudkan itu karena banyak terdapat pusat keramaian,” ujar Syafi’, Senin (4/2/2019).

Pilihan studi banding sengaja bakal dilakukan di Makassar, karena di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut pengelolaan parkir sudah dilakukan secara modern dan professional. Bahkan, beberapa tahun sudah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lantaran sudah secara signifikan menambah pendapatan daerah.

Selain itu, masih kata Syafi’, langkah untuk melakukan studi banding ke Makassar juga sejalan dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Perhubungan, yang akan digodok oleh Komisi II pada tahun 2019 ini.

“Dewan ingin berkontribusi dalam menambah pendapatan daerah dari parkir tepi jalan umum. Dengan selama di Makassar nanti akan kita lihat, bagaimana pengelolaan perkir tepi jalan umum itu bisa berjalan sangat bagus,” kata dia.

Tidak hanya Syafi’, Wakil Ketua DPRD Gresik yang lain Nur Qolib menambahkan, dirinya cukup optimistis setelah studi banding di Makassar nanti, pengelolaan parkir di Kota Pudak akan bisa lebih baik dan mendatangkan pendapatan untuk daerah.

“Setelah studi banding, saya cukup optimistis pengelolaan parkir di Gresik akan bisa lebih baik. Dan kelak, akan mampu mendapatkan pengelolaan parkir tepi jalan umum yang lebih baik dalam menambah PAD Gresik,” ucap Nur Qolib.

Selain menggandeng KWG, studi banding untuk melihat pengelolaan parkir tepi jalan umum di Makassar nantinya juga akan mengajak jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, sehingga apa yang sudah dipelajari dapat segera disinkronisasi dan selanjutnya diterapkan dengan cepat serta tepat sasaran. (gbr/ADV)